Berita Lain

Indeks Berita

Senin, 19/10/2009 15:10 WIB
Terubuk, Lezatnya si Bunga Tebu
Eka Septia - detikFood

GB

Jakarta - Siapa yang tak kenal dengan tebu? Batang pohon yang manis dan mengandung gula. Tapi apa jadinya kalau bunga si pohon yang manis ini dijadikan sayur? Penasaran?

Mungkin masih banyak yang tidak mengetahui kalau terubuk atau bunga tebu ini ternyata bisa dijadikan sayur. Tanaman yang bernama latin Saccharum edule Hasskarl ini meskipun termasuk kedalam jenis bunga tapi bentuknya sama dengan tanaman tebu yaitu memiliki batang yang beruas-ruas dan warna batangnya hijau kemerahan.

Di beberapa daerah seperti Jawa Barat, terubuk dikenal dengan nama tiwu endog atau terubus, sedangkan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal dengan tebu endog atau tebu terubuk. Sebutan endog atau telur dikarenakan pada tanaman ini bagian yang dimakan ini teksturnya mirip dengan telur ikan.

Meskipun terubuk sering dibilang sayur 'ndeso', bunga tebu ini ternyata kaya akan nutrisi dan zat-zat yang baik dan bermanfaat bagi tubuh. Kandungan mineralnya cukup tinggi terutama kalsium dan fosfor disamping vitamin C yang tak kalah tinggi.

Biasanya terubuk yang biasa dimakan adalah yang berusia sekitar lima bulan. Bagian yang dipanen adalah bagian 'malai' yang masih muda, sedangkan yang dikonsumsi adalah bagian bunga yang terbungkus dengan pelepah daun atau dikenal dengan istilah kelobot.

Terubuk biasa dimakan dalam bentuk mentah sebagai lalaban, dikukus atau ditumis. Selain itu, terubuk juga biasa dimasak menjadi sayur lodeh, sebagai campuran kare, dan juga sayur asem. Namun ada juga yang mengkonsumsi dengan cara digoreng dengan menggunakan tepung atau dibuat perkedel. Terubuk bisa dijumpai di pasar-pasar tradisional seperti di pasar Cikini Ampiun.

( eka / Odi )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Kirim Artikel

Silahkan mengisi form di bawah ini untuk mengirimkan artikel anda kepada kami :

Nama
Email
Judul
Telepon/HP
Upload File
Deskripsi
  

Aturan Main | Disclaimer
Komentar terkini (2 Komentar)

Baca juga:

Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detikfood-milis@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detikfood-milis-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detikfood.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Widya Dewi
Email : iklan@detikfood.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.525,526