Forum Meok
- Sharing Makanan Enak di J... niacatering
- Rujak HUNI.. huhhh.. sege... borin
- Masakan Khas Aceh ( at Ci... joemrocha
- Makan apa saja hari ini ?... F.F.F
- ==Beranda Dapur Saji Deti... jews
- kepenginnya makan apa sek... flextersumatera
Berita Lain
-
Rabu, 18/11/2009 16:34 WIB
Tinotuan Sehat Bergizi Asli Manado -
Selasa, 17/11/2009 18:05 WIB
Yuk, Bikin Pie! -
Senin, 16/11/2009 17:54 WIB
Cetakan Puding Cantik Dua bentuk -
Jumat, 13/11/2009 17:57 WIB
Harum Lembut Balapis Manado -
Kamis, 12/11/2009 16:37 WIB
Cetakan Kayu si Kue Satu -
Senin, 09/11/2009 17:42 WIB
Harum Rempah si Apang Bakar
Indeks Berita
Selasa, 16/06/2009 16:40 WIB
Si Gadung yang Bukan Gadungan
Devita Sari - detikFood

Keripik Gadung
Jakarta - Jenis umbi-umbian dari suku dioscoreaceae ini memang terkenal beracun. Meskipun begitu dengan pengolahan yang benar, umbi ini bisa menghasilkan camilan keripik yang lezat. Lalu apa yang menyebabkannya disebut 'gadung'? Yuk cari tahu disini!
Mungkin ada yang baru mendengar tentang si Gadung ini. Ya, si gadung alias umbi-umbian dari suku dioscoreaceae ini sebenarnya memang cukup populer di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tak heran karena tumbuhan ini tak mengenal musim dengan kata lain bisa tumbuh di musim apa saja. Sehingga kebanyakan petani menanamnya sebagai tanaman sampingan.
Tanaman gadung biasanya tumbuh liar dan merambat. Arah rambatannya selalu berputar ke arah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam), inilah yang membedakannya dengan ubi gembili yang memiliki penampilan mirip gadung namun tanamannya merambat ke arah kanan. Gadung yang serupa dengan gembili namun mengandung racun dioscorine , membuatnya kerap menipu orang yang mengonsumsinya. Sehingga kemudian muncullah istilah gadungan ini.
Namun berkat proses pengolahan yang benar ternyata gadung bisa diolah menjadi penganan yang lezat. Yang populer adalah keripik gadung yang biasa dijual dalam kemasan. Keripik ini rasanya enak dan gurih sehingga disukai oleh banyak orang. Gadung kering juga bisa diolah menjadi tepung gadung yaitu dengan menggiling gadung kering dan kemudian diayak.
Untuk sebungkus keripik gadung biasanya dihargai sekitar Rp 10.000,00 - Rp 15.000,00. Selain rasanya kriuk enak dan gurih, gadung juga mengandung gizi, karbohidrat, dan protein yang lumayan tinggi.
( dev / Odi )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Si Gadung yang Bukan Gadungan
Devita Sari - detikFood

Keripik Gadung
Mungkin ada yang baru mendengar tentang si Gadung ini. Ya, si gadung alias umbi-umbian dari suku dioscoreaceae ini sebenarnya memang cukup populer di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tak heran karena tumbuhan ini tak mengenal musim dengan kata lain bisa tumbuh di musim apa saja. Sehingga kebanyakan petani menanamnya sebagai tanaman sampingan.
Tanaman gadung biasanya tumbuh liar dan merambat. Arah rambatannya selalu berputar ke arah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam), inilah yang membedakannya dengan ubi gembili yang memiliki penampilan mirip gadung namun tanamannya merambat ke arah kanan. Gadung yang serupa dengan gembili namun mengandung racun dioscorine , membuatnya kerap menipu orang yang mengonsumsinya. Sehingga kemudian muncullah istilah gadungan ini.
Namun berkat proses pengolahan yang benar ternyata gadung bisa diolah menjadi penganan yang lezat. Yang populer adalah keripik gadung yang biasa dijual dalam kemasan. Keripik ini rasanya enak dan gurih sehingga disukai oleh banyak orang. Gadung kering juga bisa diolah menjadi tepung gadung yaitu dengan menggiling gadung kering dan kemudian diayak.
Untuk sebungkus keripik gadung biasanya dihargai sekitar Rp 10.000,00 - Rp 15.000,00. Selain rasanya kriuk enak dan gurih, gadung juga mengandung gizi, karbohidrat, dan protein yang lumayan tinggi.
( dev / Odi )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kirim Artikel
Silahkan mengisi form di bawah ini untuk mengirimkan artikel anda kepada kami :
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detikfood-milis@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detikfood-milis-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.
Kirim e-mail kosong ke detikfood-milis-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detikfood.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Widya Dewi
Email : iklan@detikfood.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.525,526
Informasi Pemasangan Iklan:
Widya Dewi
Email : iklan@detikfood.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.525,526




